6 Perkara Yang Perlu Dilakukan Agar Selalu Ingat Kepada Kematian

Seorang ulama pernah berkata, "Selain Allah, sersuatu yang paling sering dilupakan manusia adalah kematian". Padahal kematian menjadi sebuah fenomena nyata yang selalu disaksikan manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Kematian keluarga, tetangga atau orang-orang yang tidak kita kenal yang dapa diketahui dari berita-berita kematian di berbagai media massa, selalu terjadi setiap saat. Karena tidak disadari, maka kematian datangnya tampak selalu mendadak. Banyak terjadi, manusia yang dicabut nyawanya dalam keadaan sedang bergembira ria. Kemana pun kita berlari dan di mana pun kita berada, mati akan datang menghampiri. Ini suatu kepastian, kita hanya menunggu giliran.

6 Perkara Yang Perlu Dilakukan Agar Selalu Ingat Kepada Kematian

Rasulullah saw memberikan rumusan yang lain, bahwa manusia cerdas ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian. Dengan mengingat mati, kehidupannya di dunia dikelola, tidak hanya sebagai kesenangan tetapi juga menjadi ladang beramal baik sebanyak-banyaknya. Dengan mengelola keseimbangan hidup diperolehlah kemulian dunia dan keselamatan di akhirat. Dia sangat menyadari perjalanan di akhirat yang jauh dan abadi tentu membutuhkan bekal yang jauh lebih banyak lagi dibandingkan di dunia. Karena kecerdikan yang sering dipahami manusia akan bermakna jika diiringi kecerdikan memikirkan nasib di akhirat.

Agar selalu ingat kepada kematian, perlu dilakukan perkara-perkara berikut :
  1. Menyaksikan orang yang sedang saakaratul maut. Betapa dahsyatnya dan menakutkan lebih-lebih kalau berdosa. Keadaan sakaratul maut ini digambarkan oleh Rasulullah saw dalam hadistnya yang bermaksud : "Sakitnya sakaratul maut itu kira-kira 300 sakitnya pukulan pedang". (HR. Abiddunya). "Sesungguhnya Nabi saw mempunyai segelas air ketika hendak meninggal dunia. Baginda Rasul memasukkan tangannya ke dalam air, kemudian mengusap wajahnya dengan air itu dan berkata : "Ya Allah, semoga Tuhan mempermudah kepada saya terhadap sakaratul maut". (HR. Bukhari dan Muslim)
  2. Mengunjungi orang sakit, sebab hujung dari penyakit ini tidak lain adalah kematian. Dari itu kita selalu waspada dan hati-hati.
  3. Melakukan ziarah kubur, sebagaimana sabda Rasulullah saw : "Lakukanlah ziarah kubur karena ia mengingatkan mati". (HR. Muslim)
  4. Merasakan diri selalu diawasi Allah swt dimna saja kita berada. Oleh dengan demikian senantiasalah beramal baik. Rasulullah saw bersabda : "Seutama-utama iman seseorang itu ialah bahwa ia mengetahui dengan sungguh bahwa Allah swt itu ada bersama dengannya di mana pun ia berada". (HR. 'Ubadah bin Shamit)
  5. Sadarilah bahwa perasaan kita sering disaksikan oleh anggota badan kita sendiri, yakni oleh lidah, tangan, kaki,kulit, telinga, mata dan hati. Hal ini difahamkan Allah dalam Al Qur'an yang berarti : "Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menyaksikan atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan". (QS. An Nur : 24)
  6. Begitu pula agar disadari bahwa perasaan kita selalu disaksikan. Dilihat dan diikuti oleh siang dan malam bumi tempat kita berpijak, langit serta malaikat Rakib dan Atid dan malaikat-malaikat lainnya. Allah swt berfirman : "Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya. Dan kami lebih dekat kepadanya dari urat nadi lehernya sendiri. Ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri, tiada sesuatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir". (QS. Qaf : 16-18). "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran dimuka dan di belakang, mereka menjaganya atas perintah Allah". (QS. Ar Ra'd : 11). Malaikat ini disebut malaikat Hafazhad.

* Bismillah...wellcome to Postart Alifah
* View web version untuk berkomentar, bagi yang menggunakan smartphone
* Berkomentarlah dengan bijak, and have I nice day

ARTIKEL MENARIK LAINNYA